{"id":5627,"date":"2026-08-12T01:27:19","date_gmt":"2026-08-12T01:27:19","guid":{"rendered":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627"},"modified":"2026-08-12T01:27:19","modified_gmt":"2026-08-12T01:27:19","slug":"jenis-jenis-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627","title":{"rendered":"Jenis Jenis Sampah"},"content":{"rendered":"<p>l Sisa makanan menjadi komponen sampah terbesar dalam data komposisi nasional Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional atau SIPSN tahun 2025, dengan porsi sekitar 40,25%. Plastik menyusul dengan sekitar 20,17%, sedangkan kayu dan ranting mencapai 13,04% serta kertas dan karton sekitar 10,72%.<\/p>\n<p>Angka tersebut menunjukkan satu hal penting: Anda tidak dapat memperlakukan semua sampah dengan cara yang sama. Sisa makanan memiliki karakter berbeda dari botol plastik, kardus, kaca, baterai, atau puing bangunan.<\/p>\n<p>Karena itu, memahami Jenis Jenis <a href=\"https:\/\/dlhnunukan.org\/\">Sampah<\/a> menjadi langkah awal sebelum Anda menentukan cara memilah, mengurangi, menggunakan kembali, atau menyalurkan material tersebut ke sistem pengelolaan yang sesuai.<\/p>\n<p>Pengetahuan ini tidak hanya bermanfaat untuk rumah tangga. Pemilik restoran, toko, kantor, hotel, bengkel, dan usaha kecil hingga menengah juga perlu memahami karakter sampah yang muncul dari kegiatan sehari-hari. Dengan cara tersebut, Anda dapat mengurangi pemborosan sekaligus menjaga area kerja tetap teratur.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.google.com\/search?q=wikipedia+Jenis+Jenis+Sampah&amp;sca_esv=5293bfb2e794a01b&amp;biw=1920&amp;bih=919&amp;sxsrf=APpeQnuQrxLiDX478UgTXWjHAu3p_VlxOQ%3A1786496255438&amp;ei=_8R7asioGqCf4-EP0oXm0Q4&amp;ved=0ahUKEwiIpMqV8ZmWAxWgzzgGHdKCOeoQ4dUDCBA&amp;uact=5&amp;oq=wikipedia+Jenis+Jenis+Sampah&amp;gs_lp=Egxnd3Mtd2l6LXNlcnAiHHdpa2lwZWRpYSBKZW5pcyBKZW5pcyBTYW1wYWgyBRAhGKABSPoJUMoFWMoFcAF4AZABAJgBsAGgAbABqgEDMC4xuAEDyAEA-AEC-AEBmAICoAK8AcICChAAGEcY1gQYsAOYAwCIBgGQBgWSBwMxLjGgB7EBsgcDMC4xuAe0AcIHBTAuMS4xyAcFgAgB&amp;sclient=gws-wiz-serp\">Artikel ini<\/a> membahas klasifikasi sampah menurut regulasi Indonesia, jenis berdasarkan sifat dan sumbernya, contoh setiap kategori, serta cara sederhana untuk mengelolanya.<\/p>\n<h2>Key Takeaways<\/h2>\n<p>Sebelum membahas Jenis Jenis Sampah secara lebih rinci, pahami beberapa poin utama berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 mengenal sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga, dan sampah spesifik.<\/li>\n<li>Masyarakat sering memakai kategori organik, anorganik, dan residu untuk membantu pemilahan sehari-hari.<\/li>\n<li>Sisa makanan merupakan komponen terbesar dalam data komposisi sampah nasional SIPSN 2025 yang tersedia saat ini.<\/li>\n<li>Rumah tangga menjadi sumber terbesar dalam data sumber sampah SIPSN 2025 dengan porsi sekitar 51,41%.<\/li>\n<li>Tidak semua sampah anorganik memiliki nilai daur ulang.<\/li>\n<li>Tidak semua sampah organik cocok masuk ke proses pengomposan yang sama.<\/li>\n<li>Sampah dengan karakter khusus membutuhkan jalur penanganan yang berbeda.<\/li>\n<li>Pemilahan sejak sumber membantu menjaga material tetap bersih dan lebih mudah Anda manfaatkan.<\/li>\n<li>Bisnis dapat memakai data sampah untuk mencari pemborosan bahan, stok, dan kemasan.<\/li>\n<li>Pengurangan sampah sebaiknya dimulai sebelum barang berubah menjadi sampah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan memahami dasar tersebut, Anda dapat membuat sistem pemilahan yang lebih sederhana dan efektif.<\/p>\n<h2>Apa yang Dimaksud dengan Jenis Jenis Sampah?<\/h2>\n<p>Sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia dan\/atau proses alam dalam bentuk padat menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Undang-undang tersebut juga menjelaskan bahwa pengelolaan sampah mencakup kegiatan pengurangan dan penanganan secara sistematis dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Saat membicarakan Jenis Jenis Sampah, Anda sebenarnya dapat memakai beberapa dasar klasifikasi.<\/p>\n<p>Anda dapat mengelompokkannya berdasarkan sumber, karakter material, kemampuan penguraian, potensi pemanfaatan kembali, hingga kebutuhan penanganan khusus.<\/p>\n<p>Itulah sebabnya Anda mungkin menemukan istilah yang berbeda dalam artikel, buku sekolah, panduan pemerintah, atau sistem pengelolaan sampah lokal.<\/p>\n<p>Misalnya, masyarakat sering membicarakan sampah organik dan anorganik. Regulasi Indonesia memakai pendekatan lain dengan kategori sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga, serta sampah spesifik.<\/p>\n<p>Kedua pendekatan tersebut tidak harus saling bertentangan.<\/p>\n<p>Klasifikasi hukum membantu menentukan ruang lingkup dan tanggung jawab pengelolaan. Sementara itu, kategori praktis membantu Anda melakukan pemilahan sehari-hari.<\/p>\n<p>Anda sebaiknya memahami keduanya agar tidak keliru memperlakukan material.<\/p>\n<p>Botol plastik minuman dari rumah, misalnya, termasuk sampah rumah tangga berdasarkan sumbernya. Dari sisi material, masyarakat biasanya memasukkannya ke kelompok anorganik. Jika jenis plastik dan kondisinya mendukung, pengelola juga mungkin dapat memanfaatkannya sebagai material daur ulang.<\/p>\n<p>Satu sampah dengan demikian dapat masuk ke beberapa cara klasifikasi sekaligus.<\/p>\n<h2>Jenis Sampah Menurut Undang-Undang di Indonesia<\/h2>\n<p>UU Nomor 18 Tahun 2008 memberikan kerangka penting untuk memahami Jenis Jenis Sampah di Indonesia. Pasal 2 mencakup tiga kelompok utama, yaitu sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga, dan sampah spesifik.<\/p>\n<h3>1. Sampah rumah tangga<\/h3>\n<p>Sampah rumah tangga berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga. Aturan tersebut mengecualikan tinja dan sampah spesifik dari kategori ini.<\/p>\n<p>Contoh yang sering muncul meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>sisa makanan;<\/li>\n<li>kulit buah;<\/li>\n<li>sayuran;<\/li>\n<li>kemasan makanan;<\/li>\n<li>botol minuman;<\/li>\n<li>kardus;<\/li>\n<li>kertas;<\/li>\n<li>kaleng;<\/li>\n<li>barang rumah tangga yang sudah tidak Anda perlukan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jumlah dan komposisinya bergantung pada gaya hidup setiap keluarga.<\/p>\n<p>SIPSN mencatat rumah tangga menyumbang sekitar 51,41% sumber sampah pada data nasional tahun 2025 yang tampil saat ini. Pasar berada di sekitar 15,19%, sedangkan kawasan sekitar 12,56%.<\/p>\n<p>Data tersebut memperlihatkan bahwa perubahan kebiasaan di rumah dapat memberikan pengaruh besar terhadap sistem persampahan.<\/p>\n<h3>2. Sampah sejenis sampah rumah tangga<\/h3>\n<p>Kategori kedua memiliki karakter seperti sampah rumah tangga tetapi berasal dari lokasi lain.<\/p>\n<p>UU Nomor 18 Tahun 2008 menyebut sumbernya dapat mencakup kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan fasilitas lainnya.<\/p>\n<p>Dalam praktik, Anda dapat menemukan material seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>sisa makanan dari kantor;<\/li>\n<li>kardus dari toko;<\/li>\n<li>botol dari hotel;<\/li>\n<li>kertas dari sekolah;<\/li>\n<li>kemasan dari pusat perbelanjaan;<\/li>\n<li>sisa konsumsi dari fasilitas umum.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kategori ini penting bagi pemilik bisnis.<\/p>\n<p>Sebuah kantor mungkin tidak menjalankan proses produksi, tetapi tetap menghasilkan sampah dari aktivitas karyawan. Restoran menghasilkan sisa makanan dan kemasan. Toko menghasilkan kardus, plastik pembungkus, dan berbagai material lainnya.<\/p>\n<h3>3. Sampah spesifik<\/h3>\n<p>Sampah spesifik membutuhkan pengelolaan khusus karena sifat, konsentrasi, atau volumenya.<\/p>\n<p>UU Nomor 18 Tahun 2008 mencakup sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, sampah yang mengandung limbah B3, sampah akibat bencana, puing bongkaran bangunan, sampah yang secara teknologi belum dapat melalui pengolahan, serta sampah yang timbul secara tidak periodik.<\/p>\n<p>Pemerintah kemudian mengatur pengelolaan sampah spesifik lebih lanjut melalui PP Nomor 27 Tahun 2020, yang masih berstatus berlaku.<\/p>\n<h2>Jenis Sampah Organik, Anorganik, dan Residu<\/h2>\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari, Anda lebih sering menemukan pembagian Jenis Jenis Sampah menjadi organik, anorganik, dan residu.<\/p>\n<p>Pembagian ini praktis untuk pemilahan. Namun, Anda tetap perlu menyesuaikannya dengan sistem pengelolaan di daerah Anda.<\/p>\n<h3>Sampah organik<\/h3>\n<p>Sampah organik umumnya berasal dari bahan hayati dan dapat mengalami proses penguraian biologis.<\/p>\n<p>Contohnya antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>kulit buah;<\/li>\n<li>sisa sayuran;<\/li>\n<li>daun;<\/li>\n<li>potongan tanaman;<\/li>\n<li>sisa bahan makanan;<\/li>\n<li>ampas kopi atau teh;<\/li>\n<li>beberapa jenis sisa makanan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>SIPSN mencatat sisa makanan sebagai kategori terbesar dalam komposisi sampah tahun 2025, yaitu sekitar 40,25%. Kayu dan ranting berada di sekitar 13,04%.<\/p>\n<p>Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang pengurangan sampah organik dari sumber.<\/p>\n<p>Jika Anda menjalankan restoran, misalnya, langkah pertama tidak harus langsung membeli alat pengolah sampah. Anda dapat memeriksa menu, ukuran porsi, sistem penyimpanan, jadwal belanja, dan stok bahan terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Pengurangan pada sumber sering memberikan manfaat lebih cepat karena Anda mencegah bahan berubah menjadi sampah.<\/p>\n<h3>Sampah anorganik<\/h3>\n<p>Istilah anorganik biasanya merujuk pada material seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>botol plastik;<\/li>\n<li>kemasan plastik tertentu;<\/li>\n<li>kaleng;<\/li>\n<li>logam;<\/li>\n<li>kaca;<\/li>\n<li>kertas dan karton dalam sistem pemilahan tertentu;<\/li>\n<li>berbagai material sintetis.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Anda perlu berhati-hati dengan anggapan bahwa semua sampah anorganik dapat masuk ke proses daur ulang.<\/p>\n<p>Jenis material, kondisi, tingkat kebersihan, desain produk, nilai pasar, teknologi, dan fasilitas lokal ikut menentukan apakah pengelola dapat memanfaatkannya.<\/p>\n<p>Botol yang bersih mungkin memiliki jalur pemanfaatan yang lebih jelas daripada kemasan multilapis yang tercampur sisa makanan.<\/p>\n<h3>Sampah residu<\/h3>\n<p>Residu merupakan material yang tersisa ketika sistem yang tersedia tidak lagi dapat memanfaatkan material tersebut secara praktis.<\/p>\n<p>Contohnya sangat bergantung pada fasilitas dan teknologi di suatu daerah.<\/p>\n<p>Karena itu, jangan menggunakan kategori residu sebagai alasan untuk mencampur semua barang yang sulit Anda kenali.<\/p>\n<p>Periksa terlebih dahulu apakah material masih dapat Anda gunakan kembali, salurkan ke pengelola tertentu, atau pisahkan melalui kategori khusus.<\/p>\n<h2>Jenis Sampah Berdasarkan Sumbernya<\/h2>\n<p>Sumber sampah membantu Anda mengetahui aktivitas yang menghasilkan material tersebut. Pendekatan ini sangat berguna bagi rumah tangga maupun bisnis karena Anda dapat menemukan titik pemborosan secara lebih mudah.<\/p>\n<p>Data SIPSN 2025 menunjukkan rumah tangga sekitar 51,41%, pasar 15,19%, kawasan 12,56%, fasilitas publik 6,77%, perniagaan 6,04%, perkantoran 4,78%, dan kategori lainnya sekitar 3,24% dari sumber sampah yang tercatat.<\/p>\n<p>Berikut beberapa Jenis Jenis Sampah berdasarkan sumbernya.<\/p>\n<h3>Sampah rumah tangga<\/h3>\n<p>Rumah menghasilkan sisa dapur, kemasan, botol, kertas, kardus, dan barang sehari-hari.<\/p>\n<p>Cara paling efektif untuk menguranginya antara lain merencanakan belanja, mengurangi pembelian berlebihan, menggunakan barang lebih lama, serta melakukan pemilahan.<\/p>\n<h3>Sampah pasar<\/h3>\n<p>Pasar tradisional dapat menghasilkan sisa sayuran, buah, daun, kardus, plastik, serta kemasan distribusi.<\/p>\n<p>Pemisahan material organik dari material kering sejak sumber membantu menjaga kualitas keduanya.<\/p>\n<h3>Sampah perniagaan<\/h3>\n<p>Toko, restoran, kafe, pusat perbelanjaan, dan berbagai kegiatan perdagangan dapat menghasilkan sampah dalam jumlah dan karakter yang berbeda.<\/p>\n<p>Restoran cenderung menghadapi sisa makanan dan kemasan. Toko pakaian mungkin lebih banyak menghasilkan kardus dan plastik pembungkus.<\/p>\n<h3>Sampah perkantoran<\/h3>\n<p>Kantor menghasilkan kertas, botol, kemasan makanan, kardus, dan barang perlengkapan.<\/p>\n<p>Anda dapat mengurangi volume melalui digitalisasi dokumen, sistem isi ulang, serta pengadaan barang yang lebih efisien.<\/p>\n<h3>Sampah fasilitas publik<\/h3>\n<p>Sekolah, terminal, taman, tempat wisata, dan fasilitas umum lainnya menghasilkan sampah yang sangat bergantung pada aktivitas pengunjung.<\/p>\n<p>Pengelola perlu memasang sistem pemilahan yang sederhana dan mudah dipahami.<\/p>\n<h2>Sampah Spesifik dan Material yang Memerlukan Perhatian Khusus<\/h2>\n<p>Tidak semua Jenis Jenis Sampah cocok masuk ke tempat sampah harian.<\/p>\n<p>PP Nomor 27 Tahun 2020 mengatur pengelolaan sampah spesifik secara tersendiri. Regulasi ini menunjukkan bahwa karakter tertentu membutuhkan metode pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, atau pemrosesan yang lebih sesuai.<\/p>\n<h3>Sampah yang mengandung B3<\/h3>\n<p>Beberapa barang yang Anda gunakan sehari-hari dapat memiliki komponen atau bahan yang memerlukan perhatian khusus.<\/p>\n<p>Jangan mencampurnya secara sembarangan dengan sisa makanan hanya karena ukurannya kecil.<\/p>\n<p>Anda sebaiknya mengikuti fasilitas dan mekanisme pengumpulan yang tersedia untuk jenis material tersebut.<\/p>\n<h3>Sampah elektronik<\/h3>\n<p>Perangkat elektronik rusak juga perlu memperoleh perhatian khusus.<\/p>\n<p>Ponsel, komputer, perangkat kecil, kabel, atau komponen elektronik mengandung berbagai jenis bahan. Sebagian komponen masih mempunyai nilai material, sementara komponen lain membutuhkan penanganan yang sesuai.<\/p>\n<p>Karena itu, jangan otomatis memasukkan perangkat elektronik ke tempat sampah campuran.<\/p>\n<h3>Puing bongkaran bangunan<\/h3>\n<p>Renovasi rumah, toko, atau kantor dapat menghasilkan beton, bata, kayu, logam, kaca, serta berbagai material lain.<\/p>\n<p>PP Nomor 27 Tahun 2020 juga mencakup puing bongkaran bangunan dalam kerangka sampah spesifik. Peraturan tersebut mengatur pemilahan puing berdasarkan karakter material, termasuk potensi penggunaan kembali atau daur ulang.<\/p>\n<h3>Sampah berukuran besar<\/h3>\n<p>Barang berukuran besar seperti furnitur tertentu memerlukan ruang dan sistem pengumpulan yang berbeda dari sampah harian.<\/p>\n<p>PP Nomor 27 Tahun 2020 juga mengatur pemilahan sampah berukuran besar berdasarkan kemungkinan penggunaan kembali, daur ulang, karakter B3, atau kategori lainnya.<\/p>\n<h2>Tabel Ringkas Jenis Jenis Sampah dan Contohnya<\/h2>\n<p>Berikut tabemembantu Anda membandingkan beberapa kategori yang sering muncul dalam kegiatan sehari-hari.<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Kategori<\/th>\n<th>Contoh<\/th>\n<th>Tindakan Awal<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Organik<\/td>\n<td>Kulit buah, sayur, daun, sisa makanan<\/td>\n<td>Pisahkan dari material kering dan kurangi dari sumber<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Plastik<\/td>\n<td>Botol, wadah, kemasan tertentu<\/td>\n<td>Pisahkan berdasarkan kondisi dan jalur pengelolaan lokal<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kertas\/karton<\/td>\n<td>Dokumen, koran, kardus<\/td>\n<td>Jaga tetap kering dan bersih<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Logam<\/td>\n<td>Kaleng dan komponen logam tertentu<\/td>\n<td>Pisahkan untuk penggunaan kembali atau pemulihan material<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kaca<\/td>\n<td>Botol dan wadah kaca<\/td>\n<td>Simpan dengan aman agar tidak pecah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Residu<\/td>\n<td>Material yang tidak dapat masuk jalur pemanfaatan yang tersedia<\/td>\n<td>Tempatkan pada sistem penanganan residu<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Elektronik<\/td>\n<td>Perangkat elektronik rusak<\/td>\n<td>Gunakan saluran khusus jika tersedia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Puing bangunan<\/td>\n<td>Bata, beton, kayu, logam<\/td>\n<td>Pisahkan menurut material dan kondisi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Sampah spesifik lainnya<\/td>\n<td>Material dengan karakter khusus<\/td>\n<td>Ikuti prosedur yang sesuai<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Tabel tersebut merupakan panduan praktis, bukan pengganti ketentuan teknis.<\/p>\n<p>Sistem di setiap kota dapat berbeda. Karena itu, Anda perlu menyesuaikan pemilahan dengan fasilitas pengumpulan dan pengolahan yang benar-benar tersedia.<\/p>\n<h2>Cara Memilah Sampah dengan Benar<\/h2>\n<p>Setelah mengenali Jenis Jenis Sampah, langkah berikutnya adalah membangun sistem pemilahan yang mudah Anda jalankan secara konsisten.<\/p>\n<p>Anda tidak membutuhkan sepuluh tempat sampah berbeda sejak hari pertama.<\/p>\n<p>Mulailah dari kategori utama.<\/p>\n<h3>1. Pisahkan sisa makanan<\/h3>\n<p>Tempatkan sisa makanan pada wadah tersendiri.<\/p>\n<p>Cara ini mencegah cairan dan sisa organik mengotori kertas, kardus, botol, atau material lain.<\/p>\n<h3>2. Jaga material kering tetap bersih<\/h3>\n<p>Kardus yang kering memiliki kondisi berbeda dari kardus yang penuh minyak atau sisa makanan.<\/p>\n<p>Kosongkan isi kemasan dan jaga material tetap cukup bersih sesuai kebutuhan sistem pengelolaan lokal.<\/p>\n<h3>3. Buat kategori residu<\/h3>\n<p>Sediakan satu tempat untuk material yang tidak masuk jalur pemanfaatan yang tersedia.<\/p>\n<p>Namun, jangan menjadikan kategori ini sebagai tempat untuk semua barang yang membuat Anda bingung.<\/p>\n<h3>4. Pisahkan material khusus<\/h3>\n<p>Buat prosedur terpisah untuk baterai, perangkat elektronik, lampu tertentu, atau material lain yang membutuhkan penanganan khusus.<\/p>\n<p>Jangan mencampurkannya dengan sisa makanan.<\/p>\n<h3>5. Gunakan label sederhana<\/h3>\n<p>Label seperti \u201cSisa Makanan\u201d, \u201cKertas dan Kardus\u201d, \u201cBotol\/Kemasan\u201d, dan \u201cResidu\u201d biasanya lebih mudah dipahami daripada istilah teknis panjang.<\/p>\n<p>Bagi tempat usaha, letakkan petunjuk dekat titik munculnya sampah.<\/p>\n<h3>6. Sesuaikan dengan pengelola akhir<\/h3>\n<p>Tidak ada manfaat besar dari membuat banyak kategori jika semua material akhirnya bercampur kembali.<\/p>\n<p>Tanyakan kepada pengelola, bank sampah, fasilitas lokal, atau penyedia layanan mengenai kategori yang benar-benar mereka terima.<\/p>\n<h2>Mengelola Berbagai Jenis Sampah di Tempat Usaha<\/h2>\n<p>Bagi pemilik usaha, memahami Jenis Jenis Sampah bukan sekadar bagian dari program kebersihan.<\/p>\n<p>Data sampah dapat membantu Anda menemukan ketidakefisienan.<\/p>\n<p>Restoran yang membuang banyak sayuran setiap hari mungkin menghadapi masalah pembelian atau penyimpanan. Toko yang menghasilkan kardus berlebihan dapat mengevaluasi pola pengiriman pemasok.<\/p>\n<p>Kantor yang memakai banyak gelas sekali pakai dapat menilai alternatif yang lebih efisien.<\/p>\n<p>Anda dapat memulai audit sederhana melalui langkah berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Catat jenis sampah selama tujuh hari.<\/li>\n<li>Ukur jumlahnya dengan satuan yang konsisten.<\/li>\n<li>Cari tiga kategori terbesar.<\/li>\n<li>Tentukan aktivitas yang menghasilkan kategori tersebut.<\/li>\n<li>Cari tindakan pencegahan sebelum berfokus pada pembuangan.<\/li>\n<li>Evaluasi hasil setiap bulan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Misalnya, sebuah kafe menemukan sisa bahan makanan sebagai kategori terbesar.<\/p>\n<p>Manajemen dapat memeriksa jadwal pembelian, ukuran porsi, menu yang jarang terjual, serta kondisi penyimpanan.<\/p>\n<p>Jika kafe langsung berfokus pada pengolahan tanpa mengurangi penyebabnya, bisnis tetap membayar bahan baku yang akhirnya tidak menghasilkan pendapatan.<\/p>\n<p>Prinsip yang sama berlaku untuk kemasan.<\/p>\n<p>Anda dapat berbicara dengan pemasok mengenai ukuran kemasan, frekuensi pengiriman, wadah yang dapat kembali, atau pengurangan lapisan pembungkus jika hal tersebut sesuai dengan keamanan dan kebutuhan produk.<\/p>\n<p>Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan sampah berubah menjadi bagian dari efisiensi operasional.<\/p>\n<h2>Kesalahan Umum Saat Mengelompokkan Sampah<\/h2>\n<p>Mengetahui teori belum tentu membuat sistem berjalan sempurna. Beberapa kesalahan berikut sering membuat pemilahan kehilangan manfaat.<\/p>\n<h3>Menganggap semua plastik dapat masuk jalur yang sama<\/h3>\n<p>Plastik memiliki banyak jenis, desain, dan karakter.<\/p>\n<p>Fasilitas lokal belum tentu menerima semuanya. Karena itu, periksa kategori yang tersedia daripada hanya mengandalkan simbol atau tampilan material.<\/p>\n<h3>Menganggap semua sampah organik sama<\/h3>\n<p>Kulit buah, daun, tulang, minyak, dan sisa makanan memiliki karakter berbeda.<\/p>\n<p>Sistem pengomposan atau pengolahan tertentu mungkin hanya menerima jenis material tertentu.<\/p>\n<h3>Mencampurkan sampah basah dan kering<\/h3>\n<p>Kesalahan ini dapat menurunkan kualitas kertas, kardus, serta berbagai material lain.<\/p>\n<p>Pisahkan sisa makanan secepat mungkin.<\/p>\n<h3>Mengabaikan sampah khusus karena jumlahnya sedikit<\/h3>\n<p>Satu baterai mungkin terlihat kecil dibanding satu kantong sisa makanan. Namun, karakter material jauh lebih penting daripada volumenya.<\/p>\n<p>Gunakan prosedur khusus jika jenis sampah memang memerlukannya.<\/p>\n<h3>Membuat terlalu banyak kategori<\/h3>\n<p>Sistem yang terlalu rumit justru membuat pengguna salah memilih.<\/p>\n<p>Mulailah dari tiga atau empat kategori utama, kemudian tambah kategori jika pengelola akhir memang membutuhkan pemisahan lebih detail.<\/p>\n<h3>Hanya memikirkan daur ulang<\/h3>\n<p>Daur ulang merupakan bagian penting, tetapi pengurangan tetap perlu menjadi prioritas.<\/p>\n<p>Bank Dunia dalam What a Waste 3.0 mencatat dunia menghasilkan sekitar 2,56 miliar ton sampah pada 2022 dan memproyeksikan jumlah tersebut dapat mencapai 3,86 miliar ton per tahun pada 2050 tanpa perubahan yang berarti. Laporan tersebut menempatkan pencegahan, pengurangan dari sumber, pengumpulan, daur ulang, dan pengomposan sebagai bagian dari rangkaian tindakan yang dapat menekan pertumbuhan sampah.<\/p>\n<h2>FAQ tentang Jenis Jenis Sampah<\/h2>\n<h3>1. Apa saja jenis sampah yang paling umum?<\/h3>\n<p>Dalam pemilahan sehari-hari, Anda biasanya menemukan sampah organik, anorganik, dan residu.<\/p>\n<p>Namun, regulasi Indonesia menggunakan kategori sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga, serta sampah spesifik.<\/p>\n<p>Anda dapat memakai kedua pendekatan tersebut sesuai kebutuhan.<\/p>\n<h3>2. Apa contoh sampah organik?<\/h3>\n<p>Contohnya meliputi kulit buah, sisa sayuran, daun, sisa bahan makanan, dan beberapa sisa makanan lainnya.<\/p>\n<p>Sisa makanan menjadi komponen terbesar dalam data komposisi sampah SIPSN 2025 dengan porsi sekitar 40,25%.<\/p>\n<p>Anda dapat mengurangi sampah organik dengan merencanakan pembelian dan penggunaan bahan secara lebih baik.<\/p>\n<h3>3. Apa saja contoh sampah anorganik?<\/h3>\n<p>Contoh yang sering masyarakat masukkan ke kategori ini antara lain kaca, logam, botol plastik, kemasan plastik, dan berbagai material sintetis.<\/p>\n<p>Namun, jangan menganggap semua material tersebut otomatis memiliki jalur daur ulang.<\/p>\n<p>Periksa fasilitas yang tersedia di wilayah Anda.<\/p>\n<h3>4. Apa perbedaan sampah organik dan residu?<\/h3>\n<p>Sampah organik umumnya berasal dari material hayati dan dapat mengalami penguraian biologis.<\/p>\n<p>Residu merujuk pada material yang tidak dapat masuk ke jalur pemanfaatan yang tersedia dalam sistem Anda.<\/p>\n<p>Karena kemampuan fasilitas berbeda antarwilayah, kategori residu dapat berbeda pula.<\/p>\n<h3>5. Mengapa kita harus mengenali Jenis Jenis Sampah sebelum membuangnya?<\/h3>\n<p>Karena setiap material membutuhkan perlakuan yang berbeda.<\/p>\n<p>Pemilahan membantu Anda menjaga material tetap bersih, menemukan barang yang masih dapat dipakai, memisahkan sampah khusus, serta mengurangi jumlah sampah yang masuk ke penanganan akhir.<\/p>\n<p>Bagi bisnis, klasifikasi juga membantu menemukan pemborosan bahan dan peluang penghematan.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Memahami Jenis Jenis Sampah membantu Anda menentukan tindakan yang lebih tepat terhadap setiap material yang muncul dari aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p>Regulasi Indonesia mengenal tiga kelompok utama dalam UU Nomor 18 Tahun 2008, yaitu sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga, dan sampah spesifik. Pemerintah juga mengatur pengelolaan sampah spesifik lebih lanjut melalui PP Nomor 27 Tahun 2020.<\/p>\n<p>Dalam praktik sehari-hari, Anda dapat menggunakan kategori organik, anorganik, residu, dan material khusus untuk membantu proses pemilahan.<\/p>\n<p>Data SIPSN 2025 memperlihatkan bahwa sisa makanan menyumbang sekitar 40,25% komposisi sampah yang tercatat, sedangkan plastik mencapai sekitar 20,17%. Kondisi tersebut menegaskan bahwa strategi pengelolaan perlu menyesuaikan karakter setiap material.<\/p>\n<p>Namun, pemilahan bukan satu-satunya tujuan.<\/p>\n<p>Langkah terbaik tetap dimulai dari pencegahan. Anda dapat membeli sesuai kebutuhan, mengurangi bahan sekali pakai yang tidak perlu, menggunakan barang lebih lama, memperbaiki pengelolaan stok, serta menggunakan kembali material yang masih layak.<\/p>\n<p>Setelah itu, pisahkan material berdasarkan karakter dan salurkan melalui sistem yang sesuai.<\/p>\n<p>Bagi pemilik usaha, cara ini juga memberikan manfaat praktis. Anda dapat melihat bahan yang paling sering terbuang, menemukan biaya yang sebenarnya dapat Anda cegah, dan menciptakan area kerja yang lebih teratur.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, mengenali sampah bukan tentang menghafal banyak kategori. Tujuan utamanya adalah memahami bahwa setiap material memiliki karakter dan jalur penanganan yang berbeda.<\/p>\n<p>Semakin baik Anda mengenal sumber dan karakter sampah, semakin mudah Anda mengurangi pemborosan serta mengambil keputusan pengelolaan yang lebih bertanggung jawab.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>l Sisa makanan menjadi komponen sampah terbesar dalam data komposisi nasional Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional atau SIPSN tahun 2025, dengan porsi sekitar 40,25%. Plastik menyusul dengan sekitar 20,17%, sedangkan kayu dan ranting mencapai 13,04% serta kertas dan karton sekitar 10,72%. Angka tersebut menunjukkan satu hal penting: Anda tidak dapat memperlakukan semua sampah dengan cara &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Jenis Jenis Sampah&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5628,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[432],"class_list":["post-5627","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-jenis-jenis-sampah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jenis Jenis Sampah<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kenali jenis jenis sampah, contoh, klasifikasi, sumber, dan cara memilahnya dengan benar untuk rumah tangga dan tempat usaha.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jenis Jenis Sampah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kenali jenis jenis sampah, contoh, klasifikasi, sumber, dan cara memilahnya dengan benar untuk rumah tangga dan tempat usaha.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Dinas Lingkungan Hidup\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-12T01:27:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dlhnunukan.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Jenis-Jenis-Sampah.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"16 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5627#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5627\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ddcda4ff7d8f5da4001f9b5d39a39790\"},\"headline\":\"Jenis Jenis Sampah\",\"datePublished\":\"2026-08-12T01:27:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5627\"},\"wordCount\":2769,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5627#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Jenis-Jenis-Sampah.png\",\"keywords\":[\"Jenis Jenis Sampah\"],\"articleSection\":[\"BERITA\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5627#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5627\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5627\",\"name\":\"Jenis Jenis Sampah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5627#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5627#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Jenis-Jenis-Sampah.png\",\"datePublished\":\"2026-08-12T01:27:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ddcda4ff7d8f5da4001f9b5d39a39790\"},\"description\":\"Kenali jenis jenis sampah, contoh, klasifikasi, sumber, dan cara memilahnya dengan benar untuk rumah tangga dan tempat usaha.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5627#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5627\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5627#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Jenis-Jenis-Sampah.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Jenis-Jenis-Sampah.png\",\"width\":600,\"height\":600,\"caption\":\"Jenis Jenis Sampah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5627#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jenis Jenis Sampah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/\",\"name\":\"Dinas Lingkungan Hidup\",\"description\":\"Kabupaten Nunukan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ddcda4ff7d8f5da4001f9b5d39a39790\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/dd90b7a063996cdcb487872186eb1b6df85c909042cfb667fb15c4c62bc68b4c?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/dd90b7a063996cdcb487872186eb1b6df85c909042cfb667fb15c4c62bc68b4c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/dd90b7a063996cdcb487872186eb1b6df85c909042cfb667fb15c4c62bc68b4c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jenis Jenis Sampah","description":"Kenali jenis jenis sampah, contoh, klasifikasi, sumber, dan cara memilahnya dengan benar untuk rumah tangga dan tempat usaha.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jenis Jenis Sampah","og_description":"Kenali jenis jenis sampah, contoh, klasifikasi, sumber, dan cara memilahnya dengan benar untuk rumah tangga dan tempat usaha.","og_url":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627","og_site_name":"Dinas Lingkungan Hidup","article_published_time":"2026-08-12T01:27:19+00:00","og_image":[{"width":600,"height":600,"url":"https:\/\/dlhnunukan.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Jenis-Jenis-Sampah.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"16 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/#\/schema\/person\/ddcda4ff7d8f5da4001f9b5d39a39790"},"headline":"Jenis Jenis Sampah","datePublished":"2026-08-12T01:27:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627"},"wordCount":2769,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dlhnunukan.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Jenis-Jenis-Sampah.png","keywords":["Jenis Jenis Sampah"],"articleSection":["BERITA"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627","url":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627","name":"Jenis Jenis Sampah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dlhnunukan.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Jenis-Jenis-Sampah.png","datePublished":"2026-08-12T01:27:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/#\/schema\/person\/ddcda4ff7d8f5da4001f9b5d39a39790"},"description":"Kenali jenis jenis sampah, contoh, klasifikasi, sumber, dan cara memilahnya dengan benar untuk rumah tangga dan tempat usaha.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627#primaryimage","url":"https:\/\/dlhnunukan.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Jenis-Jenis-Sampah.png","contentUrl":"https:\/\/dlhnunukan.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Jenis-Jenis-Sampah.png","width":600,"height":600,"caption":"Jenis Jenis Sampah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5627#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/dlhnunukan.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jenis Jenis Sampah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/#website","url":"https:\/\/dlhnunukan.org\/","name":"Dinas Lingkungan Hidup","description":"Kabupaten Nunukan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/#\/schema\/person\/ddcda4ff7d8f5da4001f9b5d39a39790","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dd90b7a063996cdcb487872186eb1b6df85c909042cfb667fb15c4c62bc68b4c?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dd90b7a063996cdcb487872186eb1b6df85c909042cfb667fb15c4c62bc68b4c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dd90b7a063996cdcb487872186eb1b6df85c909042cfb667fb15c4c62bc68b4c?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5627","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5627"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5627\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5629,"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5627\/revisions\/5629"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5628"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5627"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5627"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5627"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}