{"id":5644,"date":"2026-08-13T08:01:03","date_gmt":"2026-08-13T08:01:03","guid":{"rendered":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644"},"modified":"2026-08-12T08:14:22","modified_gmt":"2026-08-12T08:14:22","slug":"konsep-5r-pengelolaan-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644","title":{"rendered":"Konsep 5R Pengelolaan Sampah"},"content":{"rendered":"<p>Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional atau SIPSN menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Dalam salah satu pembaruan data 2024 dari 348 kabupaten\/kota, daerah pelapor menghasilkan sekitar 38,6 juta ton sampah per tahun. Data tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar sampah pada cakupan pelaporan tersebut belum masuk ke sistem pengelolaan yang memadai.<\/p>\n<p>Kementerian Lingkungan Hidup\/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup juga menyoroti masalah sampah organik. Pada 2026, KLH\/BPLH menyebut sektor sampah menyumbang sekitar 61% emisi metana nasional. Sampah organik yang menumpuk tanpa pengelolaan yang tepat menjadi salah satu sumber masalah tersebut.<\/p>\n<p>Karena itu, masyarakat perlu bergerak lebih jauh daripada sekadar membuang sampah pada tempatnya.<\/p>\n<p>Konsep 5R Pengelolaan Sampah menawarkan cara yang lebih efektif. Pendekatan ini mengajak Anda mencegah sampah sejak awal, menggunakan barang selama mungkin, memanfaatkan material kembali, serta mengelola sisa organik dengan cara yang lebih bermanfaat.<\/p>\n<p>Dalam pendekatan zero waste, 5R berarti Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot.<\/p>\n<p>Urutannya juga penting.<\/p>\n<p>Anda sebaiknya menolak barang yang tidak perlu terlebih dahulu. Setelah itu, kurangi konsumsi, gunakan kembali barang, manfaatkan jalur daur ulang, lalu olah sampah organik menjadi kompos.<\/p>\n<p>Dengan cara tersebut, Anda tidak hanya memindahkan sampah dari rumah ke tempat lain. Anda mengurangi jumlah sampah sejak sumbernya.<\/p>\n<h2>Key Takeaways Konsep 5R Pengelolaan Sampah<\/h2>\n<p>Berikut poin utama dari Konsep 5R Pengelolaan Sampah:<\/p>\n<ul>\n<li>Refuse berarti menolak barang yang sebenarnya tidak Anda butuhkan.<\/li>\n<li>Reduce berarti mengurangi konsumsi dan pemakaian barang sekali pakai.<\/li>\n<li>Reuse berarti memakai kembali barang selama masih layak.<\/li>\n<li>Recycle berarti memanfaatkan material bekas melalui proses daur ulang.<\/li>\n<li>Rot berarti mengolah material organik menjadi kompos atau hasil biologis lain.<\/li>\n<li>Urutan 5R menempatkan pencegahan sebelum proses daur ulang.<\/li>\n<li>Pemilahan membantu Anda menjaga kualitas material yang masih memiliki nilai.<\/li>\n<li>Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 memasukkan pembatasan timbulan, penggunaan kembali, dan daur ulang sebagai bagian penting pengurangan sampah.<\/li>\n<li>Pemerintah juga mendorong masyarakat mengurangi sampah dari sumber melalui berbagai program 3R dan ekonomi sirkular.<\/li>\n<li>Rumah, sekolah, kantor, toko, restoran, hingga usaha kecil dapat menerapkan 5R.<\/li>\n<li>Anda sebaiknya mengukur keberhasilan melalui penurunan timbulan sampah, bukan hanya volume material yang masuk ke daur ulang.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Konsep dasarnya sederhana: sebelum bertanya \u201csampah ini harus masuk ke tempat mana?\u201d, tanyakan lebih dulu \u201capakah saya perlu menghasilkan sampah ini?\u201d<\/p>\n<h2>Apa Itu Konsep 5R Pengelolaan Sampah?<\/h2>\n<p>Konsep 5R Pengelolaan Sampah merupakan pendekatan yang membantu Anda mengurangi timbulan sampah melalui lima langkah berurutan.<\/p>\n<p>Lima prinsip tersebut terdiri dari:<\/p>\n<ol>\n<li>Refuse \u2014 menolak.<\/li>\n<li>Reduce \u2014 mengurangi.<\/li>\n<li>Reuse \u2014 menggunakan kembali.<\/li>\n<li>Recycle \u2014 mendaur ulang.<\/li>\n<li>Rot \u2014 mengolah bahan organik.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng menggunakan urutan tersebut dalam materi zero-waste lifestyle.<\/p>\n<p>Pendekatan 5R memperluas prinsip 3R yang sudah lama masyarakat kenal di Indonesia.<\/p>\n<p>3R terdiri dari Reduce, Reuse, dan Recycle. Pemerintah juga memasukkan prinsip tersebut dalam kebijakan pengurangan sampah, termasuk melalui bank sampah.<\/p>\n<p>5R menambahkan dua langkah penting.<\/p>\n<p>Refuse hadir sebelum Reduce. Langkah ini mendorong Anda mencegah barang yang tidak perlu masuk ke kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Rot hadir setelah Recycle. Langkah ini memberi perhatian khusus pada sampah organik seperti sisa sayur, buah, dan daun.<\/p>\n<p>Dengan demikian, 5R memberikan pilihan tindakan yang lebih lengkap.<\/p>\n<p>Anda tidak harus menunggu sebuah barang berubah menjadi sampah. Anda dapat mengambil keputusan sejak sebelum membeli atau menerimanya.<\/p>\n<h2>Mengapa Konsep 5R Pengelolaan Sampah Penting?<\/h2>\n<p>Masalah sampah tidak hanya muncul karena orang membuang sampah sembarangan.<\/p>\n<p>Jumlah barang yang masyarakat konsumsi juga menentukan besar kecilnya timbulan sampah.<\/p>\n<p>Jika rumah tangga terus membeli barang sekali pakai, sistem pengangkutan dan tempat pemrosesan akhir akan menerima beban yang semakin besar.<\/p>\n<p>Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 sudah menempatkan pengurangan sampah sebagai bagian penting dalam sistem persampahan Indonesia. Undang-undang tersebut mencakup pembatasan timbulan, penggunaan kembali, dan daur ulang.<\/p>\n<p>Konsep 5R Pengelolaan Sampah membawa prinsip tersebut ke aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p>Anda mulai mengambil keputusan ketika berbelanja, bekerja, memasak, atau menggunakan barang.<\/p>\n<h3>Mengurangi tekanan pada sistem persampahan<\/h3>\n<p>Ketika Anda menolak kantong tambahan, menggunakan wadah berulang, atau membuat kompos, Anda mencegah sebagian material masuk ke sistem pengangkutan sampah.<\/p>\n<p>Semakin sedikit sampah yang Anda hasilkan, semakin kecil pula kebutuhan untuk mengangkut dan memprosesnya.<\/p>\n<h3>Mengurangi sampah organik<\/h3>\n<p>Sampah organik memerlukan perhatian khusus.<\/p>\n<p>Jika sampah makanan dan daun menumpuk dalam kondisi minim oksigen, proses pembusukan dapat menghasilkan metana.<\/p>\n<p>Karena itu, KLH\/BPLH mendorong masyarakat melakukan pemilahan dari sumber dan mengembangkan pengomposan.<\/p>\n<h3>Mengurangi pembelian yang tidak perlu<\/h3>\n<p>Konsep 5R Pengelolaan Sampah juga membantu Anda membangun pola konsumsi yang lebih rasional.<\/p>\n<p>Sebelum membeli barang, Anda dapat bertanya:<\/p>\n<ul>\n<li>Apakah saya benar-benar membutuhkannya?<\/li>\n<li>Apakah saya sudah memiliki barang dengan fungsi yang sama?<\/li>\n<li>Apakah produk ini dapat bertahan lama?<\/li>\n<li>Apakah saya dapat memperbaikinya jika rusak?<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kebiasaan tersebut membantu Anda mengurangi sampah sekaligus menghindari konsumsi berlebihan.<\/p>\n<h2>Lima Prinsip dalam Konsep 5R Pengelolaan Sampah<\/h2>\n<p>Setiap prinsip Konsep 5R Pengelolaan Sampah memiliki fungsi yang berbeda. Anda akan mendapatkan hasil terbaik jika mengikuti urutannya.<\/p>\n<h3>1. Refuse: Menolak Barang yang Tidak Perlu<\/h3>\n<p>Refuse menjadi langkah pertama.<\/p>\n<p>Anda menolak barang jika tidak membutuhkannya.<\/p>\n<p>Contohnya antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>menolak kantong belanja tambahan;<\/li>\n<li>tidak mengambil sedotan jika tidak perlu;<\/li>\n<li>menolak brosur yang tidak akan Anda baca;<\/li>\n<li>tidak menerima sendok plastik ketika makan di rumah;<\/li>\n<li>tidak mengambil merchandise yang tidak memiliki fungsi bagi Anda.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Anda tidak perlu menolak semua barang berbahan plastik secara mutlak.<\/p>\n<p>Fokus utama Refuse adalah menghindari barang yang tidak memberi manfaat nyata.<\/p>\n<p>Kebiasaan ini terlihat kecil, tetapi dampaknya muncul sebelum sampah terbentuk.<\/p>\n<p>Jika Anda tidak menerima barang tersebut, Anda juga tidak perlu memikirkan cara membuang atau mendaur ulangnya.<\/p>\n<h3>2. Reduce: Mengurangi Konsumsi<\/h3>\n<p>Tidak semua barang dapat Anda tolak.<\/p>\n<p>Jika Anda tetap memerlukannya, gunakan prinsip Reduce.<\/p>\n<p>Reduce berarti mengurangi jumlah barang atau material yang Anda konsumsi.<\/p>\n<p>Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>membeli barang berdasarkan kebutuhan;<\/li>\n<li>membawa botol minum sendiri;<\/li>\n<li>memakai produk isi ulang;<\/li>\n<li>mengurangi pemakaian tisu;<\/li>\n<li>mencetak dokumen hanya ketika perlu;<\/li>\n<li>mengurangi kemasan sekali pakai;<\/li>\n<li>memilih produk tahan lama.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pemilik usaha juga dapat menerapkan Reduce melalui pengendalian stok.<\/p>\n<p>Restoran dapat memperkirakan kebutuhan bahan dengan lebih tepat sehingga mengurangi sisa makanan.<\/p>\n<p>Kantor dapat mengurangi penggunaan kertas dengan mengutamakan dokumen digital.<\/p>\n<p>Toko dapat menawarkan pilihan tanpa kantong tambahan.<\/p>\n<p>Reduce tidak selalu memerlukan teknologi mahal. Banyak perubahan justru berasal dari kebiasaan sederhana.<\/p>\n<h3>3. Reuse: Menggunakan Barang Kembali<\/h3>\n<p>Reuse mendorong Anda memakai suatu barang berkali-kali selama barang tersebut masih aman dan layak.<\/p>\n<p>Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>memakai tumbler setiap hari;<\/li>\n<li>membawa tas belanja sendiri;<\/li>\n<li>memanfaatkan kardus untuk pengiriman berikutnya;<\/li>\n<li>memakai wadah makanan berulang;<\/li>\n<li>menggunakan sisi kosong kertas sebagai catatan;<\/li>\n<li>memperbaiki barang sebelum membeli yang baru.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Anda juga dapat memberikan barang yang masih layak kepada orang lain.<\/p>\n<p>Pakaian, furnitur, buku, dan peralatan rumah tangga masih dapat memberi manfaat walaupun Anda tidak lagi membutuhkannya.<\/p>\n<p>Namun, Reuse tidak berarti menimbun.<\/p>\n<p>Jika Anda menyimpan puluhan wadah tanpa pernah menggunakannya, Anda belum benar-benar menerapkan prinsip Reuse.<\/p>\n<p>Tujuannya adalah memperpanjang masa manfaat barang.<\/p>\n<h3>4. Recycle: Memanfaatkan Material Kembali<\/h3>\n<p>Recycle berada setelah Refuse, Reduce, dan Reuse.<\/p>\n<p>Artinya, Anda sebaiknya melihat daur ulang sebagai pilihan setelah pencegahan dan penggunaan kembali tidak memungkinkan.<\/p>\n<p>Contoh material yang sering masuk jalur daur ulang antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>kardus;<\/li>\n<li>kertas tertentu;<\/li>\n<li>botol PET;<\/li>\n<li>kaleng aluminium;<\/li>\n<li>beberapa jenis logam;<\/li>\n<li>kemasan tertentu yang fasilitas lokal terima.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Namun, Anda perlu memahami bahwa tidak semua material dapat masuk proses daur ulang dengan mudah.<\/p>\n<p>Jenis bahan, tingkat kebersihan, nilai ekonomi, fasilitas lokal, dan kebutuhan industri menentukan apakah suatu material memiliki jalur daur ulang.<\/p>\n<p>Karena itu, kenali bank sampah atau pengumpul di wilayah Anda.<\/p>\n<p>Tanyakan jenis material yang mereka terima.<\/p>\n<p>Langkah tersebut lebih efektif daripada memasukkan semua benda ke tempat sampah bertuliskan \u201crecycle\u201d.<\/p>\n<h3>5. Rot: Mengolah Sampah Organik<\/h3>\n<p>Rot berfokus pada material organik.<\/p>\n<p>Anda dapat mengolah sisa organik tertentu menjadi kompos.<\/p>\n<p>Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>kulit buah;<\/li>\n<li>sisa sayur;<\/li>\n<li>daun kering;<\/li>\n<li>potongan tanaman;<\/li>\n<li>material organik lain yang cocok dengan metode kompos Anda.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pengomposan mengembalikan unsur organik ke siklus biologis.<\/p>\n<p>Untuk rumah, Anda dapat memulai dengan komposter sederhana.<\/p>\n<p>Untuk restoran, hotel, pasar, atau usaha makanan, Anda memerlukan sistem yang lebih terencana karena volume sampah organik jauh lebih besar.<\/p>\n<p>Perhatikan kapasitas, kelembapan, aerasi, kebersihan, dan pengendalian hama.<\/p>\n<p>Jika Anda mengelola proses dengan baik, Rot dapat mengurangi sampah residu secara signifikan.<\/p>\n<h2>Perbedaan 3R dan 5R<\/h2>\n<p>Banyak orang sudah mengenal 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle.<\/p>\n<p>Lalu, apa bedanya dengan 5R?<\/p>\n<p>Konsep 5R Pengelolaan Sampah menambahkan langkah sebelum dan sesudah 3R.<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Pendekatan<\/th>\n<th>Prinsip<\/th>\n<th>Fokus<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>3R<\/td>\n<td>Reduce, Reuse, Recycle<\/td>\n<td>Pengurangan dan pemanfaatan kembali<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>5R zero waste<\/td>\n<td>Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot<\/td>\n<td>Pencegahan hingga pengolahan organik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Circular economy<\/td>\n<td>Rethink, Reduce, Reuse, Recycle, Recovery\/Repair<\/td>\n<td>Siklus produk dan material<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Dalam pendekatan zero waste, Refuse mendapat posisi pertama karena pencegahan memberi hasil paling langsung.<\/p>\n<p>Jika Anda tidak menerima barang yang tidak perlu, Anda tidak perlu mengurangi, memakai kembali, atau mendaur ulang barang tersebut.<\/p>\n<p>Rot menambahkan perhatian terhadap sampah organik.<\/p>\n<p>Hal ini penting di Indonesia karena rumah tangga, pasar, restoran, dan sektor makanan menghasilkan material organik dalam jumlah besar.<\/p>\n<p>Sementara itu, sektor industri sering memakai istilah 5R dengan susunan berbeda.<\/p>\n<p>Kementerian Perindustrian, misalnya, pernah membahas Rethink, Reduce, Reuse, Recycle, serta Recovery atau Repair dalam konteks ekonomi sirkular.<\/p>\n<p>Karena itu, Anda perlu melihat konteks sebelum menggunakan istilah 5R.<\/p>\n<p>Artikel ini memakai Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot karena fokusnya adalah pengelolaan sampah sehari-hari.<\/p>\n<h2>Cara Menerapkan 5R di Rumah<\/h2>\n<p>Anda tidak perlu membeli banyak peralatan untuk memulai Konsep 5R Pengelolaan Sampah.<\/p>\n<p>Mulailah dengan mengamati sampah rumah selama satu minggu.<\/p>\n<p>Catat material yang paling sering muncul.<\/p>\n<p>Misalnya:<\/p>\n<ul>\n<li>sisa makanan;<\/li>\n<li>kemasan makanan;<\/li>\n<li>botol;<\/li>\n<li>kardus;<\/li>\n<li>tisu;<\/li>\n<li>kantong plastik.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Setelah mengetahui sumber utama sampah, pilih tindakan yang paling sesuai.<\/p>\n<h3>Ubah kebiasaan belanja<\/h3>\n<p>Buat daftar sebelum berbelanja.<\/p>\n<p>Cara ini membantu Anda membeli barang sesuai kebutuhan dan mengurangi makanan yang akhirnya terbuang.<\/p>\n<p>Bawa tas belanja dan botol minum jika Anda memang sering menggunakannya.<\/p>\n<p>Pilih kemasan isi ulang jika pilihan tersebut sesuai kebutuhan dan tersedia.<\/p>\n<h3>Pisahkan material sejak awal<\/h3>\n<p>Anda dapat membuat beberapa kategori sederhana:<\/p>\n<ol>\n<li>organik;<\/li>\n<li>material bernilai daur ulang;<\/li>\n<li>residu;<\/li>\n<li>sampah yang memerlukan penanganan khusus.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pemilahan sejak awal menjaga kardus, botol, logam, atau kertas tetap bersih.<\/p>\n<p>Ketika sampah organik bercampur dengan material lain, Anda akan lebih sulit memanfaatkan keduanya.<\/p>\n<h3>Mulai kompos dalam skala kecil<\/h3>\n<p>Gunakan metode yang sesuai ruang rumah Anda.<\/p>\n<p>Jangan langsung memasukkan semua sisa makanan.<\/p>\n<p>Pelajari jenis bahan yang cocok untuk sistem kompos tersebut.<\/p>\n<p>Pantau kelembapan dan aerasi agar proses berjalan baik.<\/p>\n<h3>Cari jalur material daur ulang<\/h3>\n<p>Hubungi bank sampah, TPS 3R, pengumpul, atau layanan setempat.<\/p>\n<p>Tanyakan material yang mereka terima.<\/p>\n<p>Dengan langkah tersebut, Anda membangun sistem yang sesuai kondisi wilayah Anda.<\/p>\n<h2>Cara Menerapkan 5R di Sekolah, Kantor, dan Usaha<\/h2>\n<p>Konsep 5R Pengelolaan Sampah juga cocok untuk organisasi.<\/p>\n<p>Namun, Anda perlu membuat aturan yang jelas.<\/p>\n<p>Poster saja tidak cukup.<\/p>\n<h3>Sekolah<\/h3>\n<p>Sekolah dapat:<\/p>\n<ul>\n<li>menyediakan fasilitas isi ulang air;<\/li>\n<li>mengurangi barang sekali pakai;<\/li>\n<li>mengajarkan pemilahan;<\/li>\n<li>mengembangkan program bank sampah;<\/li>\n<li>membuat kompos dari daun;<\/li>\n<li>menggunakan kembali buku atau perlengkapan;<\/li>\n<li>mengurangi penggunaan kertas.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain itu, Sekolah juga dapat melibatkan siswa dalam pencatatan volume sampah.<\/p>\n<p>Cara ini membantu siswa melihat hasil program secara nyata.<\/p>\n<h3>Kantor<\/h3>\n<p>Kantor dapat mulai dari bagian pembelian.<\/p>\n<p>Evaluasi penggunaan:<\/p>\n<ul>\n<li>kertas;<\/li>\n<li>air kemasan;<\/li>\n<li>disposable cup;<\/li>\n<li>tisu;<\/li>\n<li>material pantry;<\/li>\n<li>kemasan pengiriman.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dorong penggunaan dokumen digital.<\/p>\n<p>Sediakan gelas atau botol yang dapat karyawan gunakan kembali.<\/p>\n<p>Pilih supplier dengan kemasan yang lebih sederhana jika memungkinkan.<\/p>\n<h3>Usaha kecil<\/h3>\n<p>Bagi usaha kecil, sampah sering menunjukkan adanya inefisiensi.<\/p>\n<p>Jika restoran membuang 20 kilogram bahan makanan setiap minggu, masalahnya bukan hanya sampah. Usaha juga kehilangan bahan yang sudah mereka beli.<\/p>\n<p>Anda dapat mengukur:<\/p>\n<ul>\n<li>sisa bahan baku;<\/li>\n<li>produk kedaluwarsa;<\/li>\n<li>kardus;<\/li>\n<li>plastik;<\/li>\n<li>kemasan sekali pakai;<\/li>\n<li>biaya angkut sampah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Setelah itu, pilih target yang masuk akal.<\/p>\n<p>Misalnya, turunkan food waste 20% dalam tiga bulan.<\/p>\n<p>Cara ini membuat 5R menjadi bagian dari pengelolaan operasional, bukan sekadar kampanye lingkungan.<\/p>\n<h2>Pemilahan, Kompos, dan Bank Sampah Mendukung 5R<\/h2>\n<p>5R membutuhkan sistem pendukung.<\/p>\n<p>Pemilahan menjadi salah satu langkah terpenting.<\/p>\n<p>Jika Anda mencampur sisa makanan dengan kardus, botol, atau kertas, kualitas material tersebut akan menurun.<\/p>\n<p>Karena itu, tentukan jalur untuk setiap kategori.<\/p>\n<p>Sampah organik dapat masuk ke pengomposan.<\/p>\n<p>Kardus, botol, atau logam dapat masuk ke bank sampah atau pengumpul jika mereka menerima material tersebut.<\/p>\n<p>Residu masuk ke jalur pengangkutan sesuai layanan daerah.<\/p>\n<p>Bank sampah membantu masyarakat memisahkan material yang masih memiliki nilai.<\/p>\n<p>Pemerintah juga sudah mengatur pelaksanaan prinsip 3R melalui bank sampah melalui regulasi lingkungan hidup.<\/p>\n<p>Namun, bank sampah tidak menerima seluruh jenis sampah.<\/p>\n<p>Setiap bank sampah dapat memiliki daftar material dan standar kebersihan yang berbeda.<\/p>\n<p>Hubungi pengelola terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Langkah sederhana tersebut membantu Anda menghindari kesalahan pemilahan.<\/p>\n<h2>Cara Mengukur Keberhasilan 5R<\/h2>\n<p>Konsep 5R Pengelolaan Sampah akan memberi hasil yang lebih jelas jika Anda mengukurnya.<\/p>\n<p>Jangan hanya menghitung material yang masuk daur ulang.<\/p>\n<p>Ukur juga penurunan sampah total.<\/p>\n<p>Anda dapat memakai beberapa indikator berikut:<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Indikator<\/th>\n<th>Cara Mengukur<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Sampah total<\/td>\n<td>kg per minggu<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Sampah residu<\/td>\n<td>kg per bulan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Sampah organik<\/td>\n<td>kg per minggu<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Material daur ulang<\/td>\n<td>kg per bulan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Gelas sekali pakai<\/td>\n<td>unit per bulan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kertas<\/td>\n<td>rim per bulan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Food waste<\/td>\n<td>kg per minggu<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Biaya pengangkutan<\/td>\n<td>rupiah per bulan<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Misalnya, sebuah restoran menghasilkan 120 kg residu setiap minggu.<\/p>\n<p>Setelah menerapkan 5R selama tiga bulan, jumlahnya turun menjadi 80 kg.<\/p>\n<p>Artinya, usaha tersebut mengurangi residu sekitar 40 kg per minggu.<\/p>\n<p>Anda juga dapat membandingkan jumlah sampah dengan jumlah transaksi.<\/p>\n<p>Cara tersebut membantu bisnis melihat efisiensi secara lebih akurat ketika penjualan naik atau turun.<\/p>\n<p>Tetapkan target yang sederhana.<\/p>\n<p>Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>kurangi kemasan sekali pakai 30%;<\/li>\n<li>turunkan food waste 20%;<\/li>\n<li>kurangi penggunaan kertas 40%;<\/li>\n<li>tingkatkan penggunaan wadah berulang;<\/li>\n<li>kurangi residu 25%.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Target yang terukur membuat program lebih mudah Anda evaluasi.<\/p>\n<h2>Kesalahan Umum Saat Menerapkan Konsep 5R Pengelolaan Sampah<\/h2>\n<p>Kesalahan pertama adalah langsung fokus pada Recycle.<\/p>\n<p>Daur ulang penting, tetapi Refuse dan Reduce memberikan manfaat lebih awal karena kedua langkah tersebut mencegah timbulan.<\/p>\n<p>Kesalahan kedua adalah membeli banyak produk baru dengan label ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Jika tas atau botol lama masih berfungsi, gunakan barang tersebut terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Kesalahan ketiga adalah menimbun barang dengan alasan Reuse.<\/p>\n<p>Simpan hanya barang yang memang akan Anda gunakan kembali.<\/p>\n<p>Kesalahan keempat adalah mencampur kembali sampah yang sudah Anda pisahkan.<\/p>\n<p>Pastikan alur pemilahan berlanjut sampai proses berikutnya.<\/p>\n<p>Kesalahan kelima adalah membuat sistem terlalu rumit.<\/p>\n<p>Untuk rumah kecil, tiga atau empat kategori sampah sering lebih mudah daripada sepuluh kategori yang akhirnya membingungkan.<\/p>\n<p>Kesalahan keenam adalah menganggap seluruh sampah organik cocok untuk satu metode kompos.<\/p>\n<p>Pelajari karakter sistem yang Anda gunakan.<\/p>\n<p>Kesalahan terakhir adalah tidak mengukur hasil.<\/p>\n<p>Tanpa data, Anda akan sulit mengetahui apakah program benar-benar mengurangi sampah.<\/p>\n<h2>FAQ Konsep 5R Pengelolaan Sampah<\/h2>\n<h3>1. Apa arti Konsep 5R Pengelolaan Sampah?<\/h3>\n<p>Dalam pendekatan zero waste, 5R berarti Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot. Kelima langkah tersebut membantu Anda mencegah sampah, mengurangi konsumsi, menggunakan barang kembali, memanfaatkan material, dan mengolah bahan organik.<\/p>\n<h3>2. Apa perbedaan 3R dan 5R?<\/h3>\n<p>3R terdiri dari Reduce, Reuse, dan Recycle.<\/p>\n<p>5R menambahkan Refuse sebelum Reduce dan Rot setelah Recycle. Dengan demikian, 5R memberi perhatian lebih besar pada pencegahan sampah dan pengelolaan material organik.<\/p>\n<h3>3. Mana yang lebih penting, Reduce atau Recycle?<\/h3>\n<p>Anda sebaiknya mengutamakan Reduce.<\/p>\n<p>Jika Anda mengurangi konsumsi, Anda mencegah timbulan sampah sejak awal.<\/p>\n<p>Recycle tetap penting untuk material yang tidak dapat Anda hindari atau gunakan kembali.<\/p>\n<h3>4. Apa contoh Rot di rumah?<\/h3>\n<p>Anda dapat mengolah kulit buah, sisa sayur, daun kering, serta material organik lain yang cocok menjadi kompos.<\/p>\n<p>Pilih metode sesuai ruang dan kemampuan perawatan Anda.<\/p>\n<h3>5. Apakah usaha kecil dapat menerapkan 5R?<\/h3>\n<p>Ya.<\/p>\n<p>Usaha dapat mengurangi kemasan, menekan sisa bahan baku, menggunakan container berulang, memilah material bernilai, dan mengolah sampah organik sesuai kapasitas.<\/p>\n<p>Ukur hasil melalui volume residu, food waste, material kemasan, atau biaya pengelolaan sampah.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Konsep 5R Pengelolaan Sampah membantu Anda mengubah cara pandang terhadap sampah.<\/p>\n<p>Anda tidak perlu menunggu tempat sampah penuh untuk mengambil tindakan.<\/p>\n<p>Mulailah dari Refuse.<\/p>\n<p>Tolak barang yang tidak memberikan manfaat.<\/p>\n<p>Lanjutkan dengan Reduce agar Anda menggunakan material secukupnya.<\/p>\n<p>Gunakan prinsip Reuse untuk memperpanjang masa manfaat barang.<\/p>\n<p>Manfaatkan Recycle ketika material masih memiliki jalur daur ulang.<\/p>\n<p>Terakhir, gunakan Rot untuk mengolah sampah organik yang sesuai.<\/p>\n<p>Pendekatan ini penting karena Indonesia masih menghadapi timbulan sampah yang besar. Data SIPSN menunjukkan jutaan ton sampah muncul setiap tahun dari daerah yang melaporkan data mereka.<\/p>\n<p>Pemerintah juga terus mendorong pengurangan sampah dari sumber melalui kebijakan 3R, pemilahan, bank sampah, pengomposan, serta pendekatan ekonomi sirkular.<\/p>\n<p>Anda tidak perlu mengubah semuanya dalam satu hari.<\/p>\n<p>Pilih satu kebiasaan.<\/p>\n<p>Misalnya, bawa tas sendiri selama satu minggu.<\/p>\n<p>Setelah itu, kurangi pembelian yang tidak perlu.<\/p>\n<p>Kemudian pisahkan sampah organik dan material yang masih bernilai.<\/p>\n<p>Jika memungkinkan, mulai membuat kompos.<\/p>\n<p>Ukur volume residu setiap bulan.<\/p>\n<p>Jika jumlah residu turun, berarti tindakan Anda mulai memberi hasil.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, keberhasilan Konsep 5R Pengelolaan Sampah tidak hanya terlihat dari banyaknya barang yang masuk proses daur ulang.<\/p>\n<p>Hasil terbaik muncul ketika Anda menghasilkan semakin sedikit sampah sejak awal.<\/p>\n<p>Itulah inti 5R: mencegah, mengurangi, menggunakan kembali, memanfaatkan material, dan mengembalikan bahan organik ke siklus yang lebih berguna.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional atau SIPSN menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Dalam salah satu pembaruan data 2024 dari 348 kabupaten\/kota, daerah pelapor menghasilkan sekitar 38,6 juta ton sampah per tahun. Data tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar sampah pada cakupan pelaporan tersebut belum masuk ke sistem pengelolaan yang memadai. &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Konsep 5R Pengelolaan Sampah&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5645,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[435],"class_list":["post-5644","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-konsep-5r-pengelolaan-sampah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Konsep 5R Pengelolaan Sampah<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari Konsep 5R Pengelolaan Sampah: Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot, manfaat, contoh, dan cara menerapkannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Konsep 5R Pengelolaan Sampah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari Konsep 5R Pengelolaan Sampah: Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot, manfaat, contoh, dan cara menerapkannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Dinas Lingkungan Hidup\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-13T08:01:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dlhnunukan.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Konsep-5R-Pengelolaan-Sampah.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"15 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5644#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5644\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ddcda4ff7d8f5da4001f9b5d39a39790\"},\"headline\":\"Konsep 5R Pengelolaan Sampah\",\"datePublished\":\"2026-08-13T08:01:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5644\"},\"wordCount\":2666,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5644#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Konsep-5R-Pengelolaan-Sampah.png\",\"keywords\":[\"Konsep 5R Pengelolaan Sampah\"],\"articleSection\":[\"BERITA\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5644#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5644\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5644\",\"name\":\"Konsep 5R Pengelolaan Sampah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5644#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5644#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Konsep-5R-Pengelolaan-Sampah.png\",\"datePublished\":\"2026-08-13T08:01:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ddcda4ff7d8f5da4001f9b5d39a39790\"},\"description\":\"Pelajari Konsep 5R Pengelolaan Sampah: Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot, manfaat, contoh, dan cara menerapkannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5644#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5644\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5644#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Konsep-5R-Pengelolaan-Sampah.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Konsep-5R-Pengelolaan-Sampah.png\",\"width\":600,\"height\":600,\"caption\":\"Konsep 5R Pengelolaan Sampah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?p=5644#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Konsep 5R Pengelolaan Sampah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/\",\"name\":\"Dinas Lingkungan Hidup\",\"description\":\"Kabupaten Nunukan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ddcda4ff7d8f5da4001f9b5d39a39790\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/dd90b7a063996cdcb487872186eb1b6df85c909042cfb667fb15c4c62bc68b4c?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/dd90b7a063996cdcb487872186eb1b6df85c909042cfb667fb15c4c62bc68b4c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/dd90b7a063996cdcb487872186eb1b6df85c909042cfb667fb15c4c62bc68b4c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/dlhnunukan.org\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Konsep 5R Pengelolaan Sampah","description":"Pelajari Konsep 5R Pengelolaan Sampah: Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot, manfaat, contoh, dan cara menerapkannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Konsep 5R Pengelolaan Sampah","og_description":"Pelajari Konsep 5R Pengelolaan Sampah: Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot, manfaat, contoh, dan cara menerapkannya.","og_url":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644","og_site_name":"Dinas Lingkungan Hidup","article_published_time":"2026-08-13T08:01:03+00:00","og_image":[{"width":600,"height":600,"url":"https:\/\/dlhnunukan.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Konsep-5R-Pengelolaan-Sampah.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"15 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/#\/schema\/person\/ddcda4ff7d8f5da4001f9b5d39a39790"},"headline":"Konsep 5R Pengelolaan Sampah","datePublished":"2026-08-13T08:01:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644"},"wordCount":2666,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dlhnunukan.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Konsep-5R-Pengelolaan-Sampah.png","keywords":["Konsep 5R Pengelolaan Sampah"],"articleSection":["BERITA"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644","url":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644","name":"Konsep 5R Pengelolaan Sampah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dlhnunukan.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Konsep-5R-Pengelolaan-Sampah.png","datePublished":"2026-08-13T08:01:03+00:00","author":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/#\/schema\/person\/ddcda4ff7d8f5da4001f9b5d39a39790"},"description":"Pelajari Konsep 5R Pengelolaan Sampah: Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot, manfaat, contoh, dan cara menerapkannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644#primaryimage","url":"https:\/\/dlhnunukan.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Konsep-5R-Pengelolaan-Sampah.png","contentUrl":"https:\/\/dlhnunukan.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Konsep-5R-Pengelolaan-Sampah.png","width":600,"height":600,"caption":"Konsep 5R Pengelolaan Sampah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?p=5644#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/dlhnunukan.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Konsep 5R Pengelolaan Sampah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/#website","url":"https:\/\/dlhnunukan.org\/","name":"Dinas Lingkungan Hidup","description":"Kabupaten Nunukan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/dlhnunukan.org\/#\/schema\/person\/ddcda4ff7d8f5da4001f9b5d39a39790","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dd90b7a063996cdcb487872186eb1b6df85c909042cfb667fb15c4c62bc68b4c?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dd90b7a063996cdcb487872186eb1b6df85c909042cfb667fb15c4c62bc68b4c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dd90b7a063996cdcb487872186eb1b6df85c909042cfb667fb15c4c62bc68b4c?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/dlhnunukan.org\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5644","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5644"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5644\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5648,"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5644\/revisions\/5648"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5645"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5644"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5644"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dlhnunukan.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5644"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}