
Cara Mengelola Sampah Elektronik
Menurut Global E-waste Monitor 2024 yang ITU dan UNITAR susun bersama, dunia menghasilkan 62 miliar kilogram sampah elektronik pada 2022,
Portal resmi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nunukan sebagai pusat informasi, layanan publik, program kerja, pengaduan masyarakat, serta berbagai kegiatan pelestarian lingkungan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
| No | Jenis Layanan | Waktu OSS | Waktu Non OSS | Biaya |
|---|---|---|---|---|
| 1 | AMDAL KA-ANDAL / RKL-RPL |
30 - 75 Hari Kerja | 10 - 60 Hari Kerja | Tidak Ada |
| 2 | UKL - UPL | 14 Hari Kerja | 10 Hari Kerja | Tidak Ada |
| 3 | SPPL | 1 Hari Kerja | 1 Hari Kerja | Tidak Ada |
| 4 | Izin Pembuangan Air Limbah | 90 Hari Kerja | 25 Hari Kerja | Tidak Ada |
| 5 | Izin Operasional LB3 | 45 Hari Kerja | 5 Hari Kerja | Tidak Ada |
| 6 | Pengaduan Lingkungan | 30 Hari Kerja | - | Gratis |

Menurut Global E-waste Monitor 2024 yang ITU dan UNITAR susun bersama, dunia menghasilkan 62 miliar kilogram sampah elektronik pada 2022,

Obat tersisa di rumah bukan kondisi yang jarang terjadi. Riskesdas 2013 mencatat 35,2% rumah tangga Indonesia menyimpan obat untuk swamedikasi,

Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat sekitar 23,07 juta ton timbulan sampah berdasarkan pelaporan 227 kabupaten/kota pada 2025. Angka

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat timbulan sampah dari daerah pelapor mencapai lebih dari 26 juta ton per

Setiap hari, Indonesia menghasilkan jutaan ton sampah yang berasal dari aktivitas rumah tangga, industri, pasar, dan sektor usaha lainnya. Menurut

Indonesia menghasilkan jumlah sampah yang besar setiap tahun, dan sampah organik menjadi salah satu penyumbang utama. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup