Pengertian Pencemaran Lingkungan

Pengertian Pencemaran Lingkungan: Jenis, Penyebab, Dampak, Contoh, dan Cara Mencegahnya

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut sekitar 99% populasi dunia menghirup udara yang kualitasnya melampaui pedoman WHO. Fakta tersebut menunjukkan bahwa pencemaran lingkungan bukan sekadar persoalan kebersihan. Masalah ini juga memengaruhi kesehatan manusia, kualitas ekosistem, dan kenyamanan hidup.

Di Indonesia, Anda dapat menemukan pencemaran dalam berbagai bentuk. Misalnya, asap kendaraan menurunkan kualitas udara, limbah usaha masuk ke saluran air, sampah menumpuk di sungai, atau bahan kimia mencemari tanah.

Karena itu, memahami Pengertian Pencemaran Lingkungan menjadi langkah awal yang penting. Dengan pemahaman yang tepat, Anda dapat mengenali penyebab pencemaran, menilai dampaknya, serta mengambil tindakan pencegahan sejak dini.

Selain itu, Anda perlu memahami bahwa pencemaran tidak selalu terlihat dengan mata. Air yang tampak jernih belum tentu bebas dari zat pencemar. Udara yang terlihat bersih juga dapat mengandung partikel berukuran sangat kecil.

Artikel ini membahas Pengertian Pencemaran Lingkungan, jenis, penyebab, contoh, dampak, indikator, aturan yang berlaku di Indonesia, serta cara sederhana untuk mencegahnya.

Key Takeaways

Sebelum masuk ke pembahasan utama, berikut beberapa poin yang perlu Anda pahami:

  • Pencemaran lingkungan terjadi ketika aktivitas manusia memasukkan zat, energi, organisme, atau komponen lain ke lingkungan sampai kualitasnya melewati baku mutu.
  • Pencemaran dapat memengaruhi udara, air, tanah, laut, dan lingkungan suara.
  • Rumah tangga, kendaraan, pertanian, kegiatan komersial, dan industri dapat menjadi sumber pencemaran.
  • Jenis, jumlah, konsentrasi, serta lama paparan menentukan tingkat dampak suatu pencemar.
  • Pencemaran dapat memengaruhi manusia, hewan, tumbuhan, air, tanah, serta keseimbangan ekosistem.
  • Pencegahan dari sumber pencemar biasanya memberikan hasil lebih baik daripada hanya membersihkan dampaknya.
  • Pelaku usaha perlu mengelola limbah, emisi, sampah, dan bahan berbahaya secara bertanggung jawab.

Pengertian Pencemaran Lingkungan Secara Umum

Untuk memahami Pengertian Pencemaran Lingkungan, Anda perlu membedakannya dari lingkungan yang sekadar terlihat kotor.

Dalam kerangka hukum Indonesia, pencemaran lingkungan berhubungan dengan masuknya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain akibat kegiatan manusia hingga kualitas lingkungan melewati baku mutu.

UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjadi salah satu dasar utama konsep tersebut. Selanjutnya, pemerintah memperbarui beberapa ketentuannya melalui regulasi Cipta Kerja, termasuk UU Nomor 6 Tahun 2023.

Dari definisi tersebut, Anda dapat melihat dua unsur utama.

Pertama, suatu aktivitas memasukkan zat, energi, organisme, atau komponen tertentu ke lingkungan.

Kedua, masuknya komponen tersebut menyebabkan kualitas lingkungan melebihi batas yang berlaku.

Oleh karena itu, lingkungan yang terlihat kotor belum tentu memberi gambaran lengkap tentang tingkat pencemarannya. Sebaliknya, lingkungan yang tampak bersih juga belum tentu bebas dari pencemar.

Sebagai contoh, air sungai dapat terlihat jernih tetapi tetap mengandung zat kimia tertentu. Demikian pula udara dapat terlihat cerah walaupun konsentrasi partikel halus tetap tinggi.

Jadi, Anda perlu memahami Pengertian Pencemaran Lingkungan bersama konsep baku mutu, sumber pencemar, dan media lingkungan yang terkena dampak.

Bagaimana Pencemaran Lingkungan Terjadi?

Pada dasarnya, pencemaran muncul ketika jumlah zat atau energi yang masuk melebihi kemampuan lingkungan untuk menetralkan, menguraikan, atau menampungnya.

Bayangkan sebuah kolam besar. Jika Anda menambahkan sedikit bahan organik, ekosistem mungkin masih mampu mengurainya. Namun, jika bahan tersebut masuk terus-menerus dalam jumlah besar, kualitas air dapat berubah.

Prinsip serupa berlaku pada sungai, udara, tanah, dan laut.

Beberapa faktor menentukan tingkat pencemaran, antara lain:

  • jenis polutan;
  • jumlah polutan;
  • konsentrasi polutan;
  • lama paparan;
  • frekuensi pencemaran;
  • luas area yang terkena dampak;
  • kondisi air, udara, atau tanah;
  • kemampuan lingkungan memulihkan diri;
  • keberadaan organisme yang sensitif.

Selain itu, sifat polutan juga memengaruhi tingkat risiko.

Beberapa bahan mudah terurai dalam waktu relatif singkat. Sebaliknya, bahan lain dapat bertahan lama dan menumpuk di lingkungan.

Istilah polutan mengacu pada zat atau komponen yang menyebabkan pencemaran dalam kondisi tertentu.

Sebagai contoh, tumbuhan membutuhkan unsur hara untuk tumbuh. Namun, jumlah nutrien yang berlebihan di perairan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

Suara juga memberikan contoh lain. Anda tentu membutuhkan suara dalam aktivitas sehari-hari. Akan tetapi, kebisingan berlebihan yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu kenyamanan lingkungan.

Dengan demikian, Pengertian Pencemaran Lingkungan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan suatu zat. Anda juga perlu melihat jumlah, konsentrasi, durasi, dan kondisi lingkungannya.

Jenis-Jenis Pencemaran Lingkungan

Anda dapat membedakan pencemaran berdasarkan media lingkungan yang terkena dampak. Secara umum, masyarakat paling sering mengenal pencemaran udara, air, tanah, suara, dan laut.

1. Pencemaran Udara

Pencemaran udara terjadi ketika berbagai polutan menurunkan kualitas udara.

Kendaraan bermotor, proses pembakaran, industri, pembangkit energi, dan kegiatan konstruksi dapat menghasilkan polutan udara.

Beberapa jenis polutan yang sering menjadi perhatian antara lain:

  • PM2.5;
  • PM10;
  • nitrogen dioksida;
  • sulfur dioksida;
  • karbon monoksida;
  • ozon permukaan.

WHO menjelaskan bahwa partikel halus serta berbagai polutan udara memiliki hubungan dengan gangguan kesehatan, termasuk penyakit pernapasan dan kardiovaskular.

Selain itu, partikel tertentu memiliki ukuran yang sangat kecil. Akibatnya, Anda tidak dapat menilai kualitas udara hanya dengan melihat warna langit.

2. Pencemaran Air

Pencemaran air muncul ketika suatu zat, organisme, atau bahan lain menurunkan kualitas air.

Limbah rumah tangga, kegiatan industri, pertanian, peternakan, sanitasi yang buruk, serta sampah dapat menjadi sumber pencemar air.

Menurut WHO, pengelolaan limbah perkotaan, industri, dan pertanian yang tidak memadai dapat menyebabkan kontaminasi sumber air.

Dalam beberapa kasus, pencemaran membuat air berubah warna atau berbau. Namun, kondisi tersebut tidak selalu terjadi.

Karena itu, Anda membutuhkan pengujian untuk mengetahui kualitas air secara lebih akurat.

3. Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah terjadi ketika zat pencemar masuk dan mengubah kualitas tanah.

Beberapa sumbernya meliputi:

  • kebocoran bahan bakar;
  • pembuangan bahan kimia;
  • limbah yang tidak terkelola dengan baik;
  • penggunaan pestisida secara berlebihan;
  • tumpahan minyak;
  • aktivitas industri tertentu.

UNEP menjelaskan bahwa pencemaran tanah dapat memengaruhi fungsi tanah, ekosistem, dan keamanan pangan.

Selain itu, pencemaran tanah sering sulit Anda kenali secara langsung. Tanah dapat terlihat normal walaupun mengandung kontaminan tertentu.

4. Pencemaran Suara

Kebisingan juga dapat menjadi bentuk pencemaran lingkungan.

Mesin produksi, lalu lintas, pembangunan, kendaraan berat, dan peralatan tertentu dapat menghasilkan suara yang mengganggu lingkungan.

Berbeda dengan limbah cair atau sampah, kebisingan tidak meninggalkan residu fisik. Namun, suara yang terlalu tinggi dan berlangsung lama tetap dapat menurunkan kenyamanan.

Karena itu, pelaku usaha yang menggunakan mesin perlu memperhatikan tingkat kebisingan, terutama jika lokasi usaha berdekatan dengan permukiman.

5. Pencemaran Laut

Laut dapat menerima pencemar dari berbagai sumber.

Sungai membawa sampah dan limbah dari daratan menuju laut. Selain itu, kegiatan pesisir, kapal, industri, serta aktivitas lainnya dapat menambah beban pencemar.

Pemerintah Indonesia memasukkan perlindungan mutu laut sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan melalui PP Nomor 22 Tahun 2021.

Dengan memahami setiap jenis tersebut, Anda akan lebih mudah melihat Pengertian Pencemaran Lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Penyebab Utama Pencemaran Lingkungan

Pencemaran jarang muncul karena satu faktor saja. Sebaliknya, berbagai aktivitas manusia sering memberikan kontribusi secara bersamaan.

Aktivitas Rumah Tangga

Rumah tangga menghasilkan sampah, air limbah, minyak bekas, bahan pembersih, plastik, dan berbagai residu lainnya.

Dalam satu rumah, jumlahnya mungkin terlihat kecil. Namun, jutaan rumah dapat menghasilkan beban lingkungan yang besar.

Oleh sebab itu, pengelolaan sampah dan sanitasi memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan.

Transportasi

Kendaraan menghasilkan gas dan partikel dari proses pembakaran bahan bakar.

Selain itu, aktivitas transportasi juga menimbulkan kebisingan dan debu jalan.

Pada kawasan dengan lalu lintas padat, kendaraan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kualitas udara lokal.

Kegiatan Industri dan Usaha

Industri dan bisnis dapat menghasilkan air limbah, emisi udara, sampah, residu produksi, atau limbah B3.

Namun, kegiatan usaha tidak selalu menimbulkan pencemaran.

Pengelolaan yang baik dapat mengurangi risiko secara signifikan. Karena itu, perusahaan perlu memahami karakter limbah dan menerapkan sistem pengendalian yang sesuai.

Program PROPER pemerintah, misalnya, menilai berbagai aspek pengelolaan lingkungan perusahaan, termasuk pengendalian pencemaran air, udara, serta limbah B3.

Pertanian dan Peternakan

Kegiatan pertanian menggunakan pupuk dan pestisida untuk mendukung produksi.

Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan masalah.

Air hujan dapat membawa unsur hara atau bahan kimia menuju sungai. Sementara itu, peternakan dapat menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar.

UNEP menyebut limpasan pupuk dan pestisida sebagai salah satu jalur yang dapat memengaruhi ekosistem.

Pengelolaan Sampah yang Buruk

Sampah yang masuk ke saluran air dapat menyumbat drainase dan akhirnya mencapai sungai atau laut.

Sementara itu, pembakaran terbuka dapat memindahkan masalah dari sampah padat menjadi pencemaran udara.

Karena itu, pengelolaan sampah seharusnya tidak hanya memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lain. Anda perlu mengurangi, memilah, mengumpulkan, dan mengelolanya dengan cara yang sesuai.

Contoh Pencemaran Lingkungan dalam Kehidupan Sehari-hari

Anda akan lebih mudah memahami Pengertian Pencemaran Lingkungan jika melihat contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Berikut beberapa situasi yang umum:

Situasi Jenis pencemaran
Limbah cair usaha masuk langsung ke sungai Pencemaran air
Pembakaran sampah menghasilkan asap Pencemaran udara
Minyak atau bahan bakar tumpah ke tanah Pencemaran tanah
Mesin menghasilkan suara tinggi dekat permukiman Pencemaran suara
Sampah plastik terbawa sungai menuju laut Pencemaran air dan laut
Proses produksi menghasilkan emisi tanpa pengendalian memadai Pencemaran udara
Bahan kimia merembes ke tanah Pencemaran tanah dan air

Meskipun demikian, Anda tidak sebaiknya langsung menyimpulkan tingkat pencemaran hanya berdasarkan pengamatan visual.

Sebagai contoh, air berwarna gelap memang dapat menunjukkan adanya masalah. Namun, pengujian laboratorium tetap membantu menentukan jenis dan kadar pencemar.

Hal yang sama berlaku pada udara.

Langit yang terlihat bersih tidak selalu menjamin konsentrasi PM2.5 rendah. Oleh sebab itu, alat pemantauan memberikan informasi yang lebih objektif.

Dampak Pencemaran Lingkungan

Pencemaran dapat menimbulkan dampak langsung maupun jangka panjang.

Selain memengaruhi manusia, pencemaran juga dapat mengganggu hewan, tumbuhan, air, tanah, dan rantai makanan.

Dampak terhadap Kesehatan

WHO menyebut pencemaran udara sebagai salah satu faktor risiko penting terhadap kesehatan.

Paparan polutan udara memiliki hubungan dengan berbagai gangguan, termasuk penyakit pernapasan, penyakit jantung, stroke, dan kanker paru.

Sementara itu, air yang terkontaminasi dapat membawa mikroorganisme atau bahan kimia tertentu.

Namun, tingkat risiko berbeda pada setiap kondisi. Jenis pencemar, konsentrasi, lama paparan, dan karakter individu ikut menentukan dampaknya.

Karena itu, Anda sebaiknya tidak menganggap semua pencemaran memberikan efek yang sama.

Dampak terhadap Ekosistem

Pencemar dapat mengubah kondisi habitat.

Sebagai contoh, perubahan kualitas air dapat memengaruhi organisme yang hidup di sungai. Sementara itu, kontaminan tertentu dapat mengganggu organisme tanah.

UNEP juga menjelaskan bahwa pencemaran kimia dapat memberikan tekanan terhadap keanekaragaman hayati.

Selain itu, beberapa bahan dapat masuk ke rantai makanan. Akibatnya, dampak pencemaran dapat meluas dari satu organisme ke organisme lain.

Dampak terhadap Tanah dan Air

Tanah yang tercemar dapat kehilangan sebagian fungsi alaminya.

Kontaminan juga dapat bergerak bersama air dan mencapai lokasi lain.

Di perairan, peningkatan bahan organik atau nutrien dapat mengubah keseimbangan ekosistem.

Oleh karena itu, pencemaran yang bermula dari satu titik tidak selalu berhenti di lokasi tersebut.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Pencemaran juga menimbulkan biaya.

Masyarakat mungkin membutuhkan pengolahan air tambahan. Pemerintah atau perusahaan juga dapat menghadapi biaya pemulihan lingkungan.

Selain itu, pencemaran dapat menurunkan kenyamanan kawasan, mengganggu kegiatan usaha, atau mengurangi nilai lingkungan suatu lokasi.

Bagi pelaku usaha, masalah lingkungan juga dapat memengaruhi operasional dan kepatuhan.

Dengan demikian, memahami Pengertian Pencemaran Lingkungan memiliki manfaat praktis bagi masyarakat maupun pemilik bisnis.

Baku Mutu dan Cara Mengetahui Lingkungan Tercemar

Anda tidak dapat menentukan tingkat pencemaran hanya berdasarkan perkiraan.

Karena itu, konsep baku mutu lingkungan memiliki peran penting.

Baku mutu memberikan batas atau ukuran tertentu untuk menilai kualitas lingkungan atau hasil suatu kegiatan.

Setiap media memiliki parameter yang berbeda.

Untuk air, laboratorium dapat memeriksa parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi.

Sementara itu, pemantauan udara dapat mengukur partikel serta gas pencemar tertentu.

Kegiatan usaha juga memiliki parameter yang berbeda sesuai proses produksinya.

PP Nomor 22 Tahun 2021 menjadi salah satu peraturan penting dalam pengelolaan mutu air, udara, laut, limbah B3, dan aspek lingkungan lain di Indonesia.

Untuk memeriksa kondisi lingkungan, Anda dapat menggunakan beberapa metode berikut:

  1. Mengambil sampel air.
  2. Melakukan analisis laboratorium.
  3. Memantau kualitas udara.
  4. Mengukur tingkat kebisingan.
  5. Memeriksa air limbah.
  6. Menguji kondisi tanah.
  7. Mengidentifikasi sumber emisi.
  8. Membandingkan hasil dengan baku mutu yang relevan.

Dengan cara tersebut, Anda memperoleh informasi yang lebih objektif.

Selain itu, hasil pengujian membantu menentukan tindakan yang tepat. Anda tidak perlu menebak sumber masalah hanya berdasarkan warna, bau, atau kondisi visual.

Cara Mencegah Pencemaran Lingkungan

Setelah memahami Pengertian Pencemaran Lingkungan, Anda dapat mulai melakukan pencegahan dari aktivitas sehari-hari.

Langkah sederhana sering memberikan manfaat besar jika banyak orang melakukannya secara konsisten.

Kurangi Sampah dari Sumbernya

Pertama, gunakan barang sesuai kebutuhan.

Pilih produk yang dapat Anda gunakan kembali jika memungkinkan. Selain itu, hindari penggunaan barang sekali pakai yang tidak Anda perlukan.

Pemilahan juga membantu proses pengelolaan berikutnya.

Kelola Limbah Cair dengan Benar

Jangan menuangkan minyak, cat, bahan kimia, atau cairan tertentu langsung ke tanah dan saluran air.

Jika Anda menjalankan usaha, kenali jenis air limbah yang muncul dari proses operasional.

Selanjutnya, tentukan cara pengolahan yang sesuai.

Hindari Pembakaran Sampah Terbuka

Pembakaran terbuka memang mengurangi volume sampah. Namun, proses tersebut dapat menghasilkan asap dan berbagai zat hasil pembakaran.

Oleh sebab itu, gunakan sistem pengelolaan sampah yang tersedia di wilayah Anda.

Gunakan Bahan Secara Efisien

Efisiensi dapat mengurangi jumlah limbah sejak awal.

Sebagai contoh, Anda dapat menghemat air, bahan baku, energi, bahan pembersih, pupuk, atau bahan kimia.

Bagi perusahaan, efisiensi juga dapat membantu menekan biaya operasional.

Rawat Mesin dan Kendaraan

Peralatan yang terawat biasanya bekerja lebih konsisten.

Selain itu, pemeriksaan rutin membantu Anda menemukan kebocoran atau gangguan lebih awal.

Jika usaha menggunakan alat pengendali emisi atau limbah, lakukan perawatan secara berkala.

Lakukan Pemantauan

Jangan menunggu keluhan muncul.

Sebaliknya, catat penggunaan bahan, jumlah limbah, kondisi peralatan, serta hasil pemantauan lingkungan.

Dengan demikian, Anda dapat mengenali perubahan sebelum masalah menjadi lebih besar.

Peran Masyarakat dan Pelaku Usaha

Pencegahan pencemaran membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Masyarakat dapat memulainya dari kebiasaan sehari-hari.

Sebagai contoh, Anda dapat mengurangi sampah, menjaga saluran air, menghindari pembakaran terbuka, serta membuang limbah sesuai fasilitas yang tersedia.

Sementara itu, pelaku usaha memiliki tanggung jawab tambahan karena kegiatan operasional dapat menghasilkan limbah dalam jumlah lebih besar.

Jika Anda menjalankan usaha, coba jawab beberapa pertanyaan berikut:

  • Apakah kegiatan Anda menghasilkan air limbah?
  • Apakah proses usaha menghasilkan emisi?
  • Apakah Anda menggunakan bahan kimia?
  • Jenis sampah apa yang paling banyak muncul?
  • Apakah kegiatan menghasilkan limbah B3?
  • Bagaimana Anda menyimpan limbah sementara?
  • Apakah terdapat risiko tumpahan?
  • Apakah mesin menghasilkan kebisingan?
  • Apakah dokumen lingkungan usaha sudah sesuai?

Pertanyaan tersebut membantu Anda menemukan sumber risiko.

Setelah itu, Anda dapat menentukan prioritas pengendalian.

Program PROPER pemerintah juga menunjukkan pentingnya pengelolaan pencemaran air, udara, limbah B3, dan aspek lingkungan lainnya dalam aktivitas perusahaan.

Namun, kewajiban setiap usaha dapat berbeda berdasarkan sektor, ukuran, dan tingkat risikonya.

Karena itu, pelaku usaha sebaiknya memahami aturan yang sesuai dengan kegiatan masing-masing.

FAQ tentang Pengertian Pencemaran Lingkungan

1. Apa yang Dimaksud dengan Pencemaran Lingkungan?

Pengertian Pencemaran Lingkungan merujuk pada masuknya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain akibat kegiatan manusia hingga kualitas lingkungan melampaui baku mutu.

Secara sederhana, pencemaran terjadi ketika suatu aktivitas menurunkan kualitas lingkungan melewati batas yang berlaku.

2. Apa Saja Jenis Pencemaran Lingkungan?

Jenis yang umum meliputi pencemaran udara, air, tanah, suara, dan laut.

Masing-masing memiliki sumber serta metode pengendalian yang berbeda.

Selain itu, satu kejadian dapat memengaruhi beberapa media sekaligus.

3. Apa Penyebab Pencemaran Lingkungan?

Aktivitas rumah tangga, kendaraan, industri, pertanian, peternakan, pembakaran, sampah, dan penggunaan bahan kimia dapat menjadi sumber pencemaran.

Namun, tingkat dampaknya bergantung pada jenis, jumlah, konsentrasi, dan cara pengelolaannya.

4. Apa Perbedaan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan?

Pencemaran berkaitan dengan masuknya zat, energi, organisme, atau komponen lain hingga kualitas lingkungan melampaui baku mutu.

Sementara itu, kerusakan lingkungan berkaitan dengan perubahan sifat fisik, kimia, atau hayati lingkungan yang melewati kriteria tertentu.

Jadi, keduanya memiliki pengertian yang berbeda walaupun dapat terjadi secara bersamaan.

5. Bagaimana Cara Mencegah Pencemaran Lingkungan?

Anda dapat mengurangi sampah, mengelola limbah dengan benar, menghemat bahan dan energi, menghindari pembakaran terbuka, serta merawat mesin dan kendaraan.

Selain itu, pelaku usaha perlu memantau air limbah, emisi, bahan kimia, dan limbah B3 sesuai kebutuhan kegiatan.

Kesimpulan

Pengertian Pencemaran Lingkungan tidak hanya menggambarkan lingkungan yang terlihat kotor.

Secara lebih tepat, pencemaran terjadi ketika aktivitas manusia memasukkan zat, energi, organisme, atau komponen lain hingga kualitas lingkungan melampaui batas yang berlaku.

Pencemaran dapat memengaruhi udara, air, tanah, laut, maupun lingkungan suara. Sementara itu, sumbernya dapat berasal dari rumah tangga, transportasi, pertanian, kegiatan komersial, atau industri.

Selain berdampak pada manusia, pencemaran juga dapat mengganggu hewan, tumbuhan, kualitas tanah, air, dan keseimbangan ekosistem.

Karena itu, pencegahan perlu dimulai dari sumbernya.

Anda dapat mengurangi sampah, mengelola limbah secara benar, menggunakan sumber daya secara efisien, merawat peralatan, dan melakukan pemantauan secara rutin.

Bagi pemilik usaha, langkah tersebut juga membantu menjaga operasional tetap bertanggung jawab.

Pada akhirnya, semakin baik Anda memahami Pengertian Pencemaran Lingkungan, semakin mudah Anda mengenali sumber masalah dan menentukan tindakan yang tepat. Pencegahan yang konsisten akan memberikan manfaat lebih besar daripada menunggu pencemaran terjadi lalu mencoba memperbaiki dampaknya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top